Berikut ini adalah kumpulan rahasia dari para entrepreneur yang sudah teruji baik oleh waktu maupun medan persaingan:
- Berani mengambil resiko
Hidup adalah penuh tantangan dan setiap tantangan tentu ada keuntungan
dan kerugiannya. Setiap pilihan hidup memang selalu mengandung peluang
dan resiko. Terlepas anda berani atau tidak mengambil peluang usaha,
resiko senantiasa mengikuti.
Didunia tidak pernah melahirkan orang sukses tanpa punya riwayat perjuangan untuk mendapatkannya. Semua kesuksesan adalah bayaran dari kerja keras. Ingat kisah Colonel Sanders sang pendiri Kentucky Fried Chicken (KFC). Dia memulai usaha bisnisnya dengan menawarkan resep ayam gorengnya pada usia yang tidak muda lagi.
Dia mulai menjajakan resepnya diusia 60 tahun. Karena kegigihannya dalam menawarkan resep ayam goreng meskipun beratus-ratus kali ditolak oleh berbagai restoran, akhirnya bintang kesuksesan menghampirinya. Dia setelah sukses, dia akhirnya dianugerahi gelar kolonel untuk menghargai kegigihannya berbisnis.
- Bermimpi besar
Mempunyai keinginan besar memang tidak ada salahnya, semua pencapaian
umat manusia memang dimulai dari mimpi. Manusia bisa mencapai bulan juga
karena angan-angan manusia yang ingin mengetahui rahasia bulan. Manusia
bisa menciptakan pesawat terbang juga diilhami dari cerita legenda
semacam ikarus yang rela mati demi mencapai cita-citanya. Ikarus ingin
merasakan bagaimana rasanya menjadi manusia burung yang dapat terbang.
Anda mungkin tahu Maskapai AirAsia, maskapai penerbangan tersebut juga adalah hasil mimpi sang pendiri yaitu Tony Fernandes, seorang
WN Malaysia, yang bermimpi dapat memberikan kesempatan setiap orang
untuk terbang dengan ongkos/tarifnya yang sangat terjangkau, seperti
dalam tag Air Asia yaitu “Everyone Can Fly”. Kini armadanya menguasai langit Asia Tenggara menyaingi para “flag carrier” negara-negara yang disinggahi pesawatnya, termasuk MAS sesepuh Airline Malaysia.
- Pelanggan adalah raja
Pengalaman sering bercerita bagaimana kita sering
mengalami kekecewaan ketika membeli produk. Ternyata produk yang kita
beli tidak sesuai dengan harapan, namun alih-alih merasa bersalah dan
memberikan ganti dari sang penjual kalau dikomplain, malah konsumen
sering disalahkan.
Saat ini sudah bukan eranya untuk mengecewakan konsumen
bahkan mengelabuhi konsumen. Kita lihat saat ini bagaimana raksasa
produsen minyak nasional seperti Pertamina harus berjuang keras
merubah mindset petugas layanan di SPBU agar mau memberika kalimat
”dimulai dari Nol ya pak”. Meskipun servicenya masih dapat dikembangkan
namun hal ini sudah ada kemajuan dalam melayani konsumen. Meskipun kalau
anda mempunyai pengalaman membeli BBM di luar negeri khususnya di
Jepang, layanan SPBU kita masih kalah jauh. Di Jepang setiap pelanggan
SPBU lebih dihargai lagi dengan lebih banyak service tambahan bila
membeli BBM, misalnya ada petugas yang membersihkan kaca kendaraan,
membuang asbak rokok hingga mencarikan jalan setelah selesai dari SPBU.
- Hargailah Sumberdaya Manusia
Memiliki tenaga kerja professional adalah asset yang sangat berharga
bagi kelangsungan hidup bisnis. Pengusaha seringkali hanya berfikiran
bagaimana membayar tenaga kerjanya semurah mungkin dengan alasan margin
dari bisnisnya sangat tipis. Namun bilamana para tenaga kerjanya kecewa
akhirnya kemudian akan muncul tingginya angka ketidaksiplinan kerja
bahkan sabotage ditempat kerja.
Salah satu contoh entrepreneur yang hebat dalam memperlakukan pegawainya adalah Henry Ford, dia
adalah pebisnis yang dikenal sangat menghargai karyawannya, bahkan di
tahun 1913, dia pernah berkata bahwa upah yang dibayarkan kepada
karyawan adalah terlalu kecil dibandingkan keuntungan bisnis yang
dijalankan. Bahkan dia juga pengusaha yang pertama-tama memperkenalkan
konsep 5 hari kerja dalam seminggu, karena dia menyadari bahwa karyawan
butuh lebih dari sehari untuk beristirahat.
- Tahan banting / Ulet
Tidak ada usaha sukses yang langsung melalui jalan tol untuk sukses.
Semua kesuksesan dilalui melalui jalan berliku dan berbatu. Seperti
pepatah motivasi bahwa “seorang yang sukses adalah orang yang sekali lebih banyak bangun dari jatuhnya”.
Menjalin usaha diawal memang sangat berat karena dari hasil statistic
menunjukkan bahwa 1-5 tahun pertama adalah fase yang menentukan
kelangsungan usaha. Banyak usaha yang gagal pada fase awal tersebut.
Dari pengusaha yang tersisa memang melahirkan pengusaha tangguh.
Kita bisa belajar riwayat usaha ibu Martha Tilaar yang awalnya
dirintis di garasi rumah. Karena belum mempunyai rumah sendiri, garasi
rumah orangtuanya jadi laboratorium usaha yang ia beri nama "Martha
Salon". Di sebuah ruangan berukuran 6x4 meter daerah Menteng Jakarta
itu, tepat pada tanggal 3 Januari 1970, menjadi hari bersejarah penentu
arah hidup Martha Tilaar. Di sana, ia mulai membuat produk-produk kecantikan dari bahan alam dengan nama Sariayu Martha Tilaar, merek yang jika diartikan "Sarinya Wong Ayu".
Dari garasi itulah, perjalanan bisnis Martha Tilaar teruji
dengan berbagai hal. Meski produknya mulai diterima oleh banyak orang,
ia sempat ditolak saat hendak menyewa beberapa mal dan plaza terkemuka
di Jakarta. Produknya dianggap tidak memiliki image berkelas.
Martha Tilaar lantas menjawab tantangan tersebut dengan mendirikan Puri Ayu Martha Tilaar pada kisaran Mei 1995. Tepatnya di daerah Kuningan Jakarta Selatan, ia membuat gerai jamu dan kosmetika Sariayu. Berkat
perjuangannya, gerai tersebut mampu berkembang dan bahkan punya cabang
di kota-kota besar lain di Indonesia. Usaha yang kini dinamai Martha
Tilaar Group berkembang dengan sekitar 11 anak perusahaan dan mampu
mempekerjakan setidaknya 6000-an orang.
- Percaya Diri Sendiri
Percaya akan kemampuan diri sendiri adalah penting
karena percaya diri sendiri adalah pondasi awal membangun usaha. Kita
bisa berkaca pengalaman Buckminster Fuller salah seorang investor
sukses yang telah banyak melakukan revolusi dalam dunia teknik. Pada
awal kehidupannya, dia tidak dikenal dan tidak bahagia. Malah ditahun
1927, ia pernah berencana bunuh diri karena dia kehilangan orientasi
hidup. Dia sebelumnya hanya mendengar nasehat orang lain dan kurang
mendengar suara diri sendiri. Namun kemudian, dia berubah dan mulai
membangun rasa percaya diri. Akhirnya sebelum meninggal, Fuller berhasil
merevolusi dunia arsitek, perumahan, otomobil dsb.
- Memiliki Passion
Setiap aktivitas yang dilakukan haruslah mempunyai
energi memotivasi yang dinamakan passion atau hasrat. Tanpa passion
tentu bisnis yang dilakukan tidaklah berumur panjang. Banyak
entrepreneur sukses melakukan bisnisnya karena dilandasi hasrat yang
kuat akhirnya melahirkan etos kerja yang tekun dan fokus dibidangnya.
Kita mengenal sosok Greg. Hambali seorang pemulia tanaman
aglaonema yang namanya kesohor dalam dunia tanaman hias baik nasional
maupun internasional. Kita pernah mengenal kesuksesan tanaman yang
bernama “Pride of Sumatera” (PoS), itulah salah satu karya beliau
yang terkenal dan membawa harum nama Indonesia di dunia tanaman
internasional. Dan, Pride of Sumatera termasuk tanaman yang awalnya
berhasil dilelang dengan harga tertinggi berharga ratusan juta dan
merupakan tanaman fenomenal pada saat itu.
- Bersedekah
Kita juga mengenal Ustadz Yusuf Mansyur dimana
dakwah beliau selalu menyinggung ilmu sedekah karena dengan sedekah akan
membuka jalan bagi kesuksesan pribadi. Dalam logika ilmiah seperti
diterangkan dalam ilmu Neuro Linguistik Program (NLP), sedekah
akan memprogram bawah sadar kita agar menjadikan diri kita sebagai insan
yang mampu (dengan representasi tangan memberi adalah diatas). Makna
bersedekah juga sangat luas karena bersedekah tidak hanya materi saja
namun bisa berupa hal lain misalnya ilmu. Seperti petuah dari Sir Winston Churchill “You make a living by what you get, you make a life by what you give”. Kita
dapat hidup kita dari penghasilan yang kita terima namun kita akan
memberi kehidupan kepada orang lain dengan memberi sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar