Pesen Orang Jawa
pesen orang jawa terutama yang saya bahas di dukuh sokawera ada seorang yang ahli dalam petuduh lan pesen maring sepadane mnungsa kon dueni sifat sing pa titis ,cerdas,lan sabar mongo kita simak sareng 2 teng pesan singkat teng andap ini:
"ilmu lan laku".
Ilmu tentu saja artinya adalah pengetahuan atau kebijaksanaan. Tetapi
ilmu tidak akan berarti apa-apa bila tidak disertai dengan laku atau
keterlibatan si subjek. Oleh karena itu dalam tradisi Jawa dikenal
istilah "nglakoni", atau melibatkan diri dalam berbuat kebaikan kepada
masyarakat.
Salah satu bentuk "laku atau nglakoni" adalah
"poso ngrame". Poso hampir sama artinya dengan kata puasa dalam bahasa
Indonesia, tapi maknanya lebih luas. "Poso" lebih tepat diartikan
memaksa diri atau berkomitmen untuk melakukan sesuatu.
"Ngrame" dari kata "rame" yang makna konotatifnya adalah meramaikan
kehidupan dengan berbuat kebaikan. Memang bentuk "poso ngrame" adalah
menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan, seperti dilakukan Raden
Rama saat mencari Shinta, dimana dia menolong kera Sugriwo yang
dianiaya oleh kakak kandungnya Subali.
Enten pesan malih
Para
Sesepuh - Pinsepuh saha para Kadang lan handai taulan se SA-UDARA yang
kawula hormati. Punten dalkem sewu guna ikut melestarikan warisan tarikh
Saka Jawa, sak kamat2 kawula lestarikan dan di bawah ini renungan yang
telah kami ngengreng.
HAL ; RENUNGAN SURO 1947 & KEBANGKITAN RAHIM KEBUDAYAAN PANCASILA, EDISI VIII (BERSAMBUNG).
C. KARMA PALA BAGI ZIONIS KAPITALIS INTERNASIONAL “SURO DIRO JAYANIKANANGRAT SWUH BRASTHA TEKAB ING ULAH DHARMASTUTI”
Masih ingat buku John Perkins “Confession of an Economic Hit Man” yang
dirinya sebagai “Economic Hit Man” (EHM – Perusak Ekonomi), paska
diluluh lantakannya gendung kembar WTC, dirinya tersadarkan dengan
“human being”nya sehingga tak kuasa menyembunyikan cara – cara AS
menghalalkan segala cara. Buku itu ia dedikasikan bagi presiden di 2
negara yang telah menjadi korban dibunuh dengan “kecelakaan pesawat yang
mengerikan” yakni Jaime Roldos (Presiden Equador) dan Omar Torrijos
(Presiden Panama).
Sebab musababnya keduanya menolak
bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan & pimpinan perbankan
yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Dan masih ingat
seorang Soekarnois di belahan Amerika Selatan yakni mendiang presiden
Hugo Chavez dari Venezuela yang meninggal akibat racun oleh agen CIA?.
Bahkan minggu ini runtex Metro TV menyatakan bahwa Spanyol complain
kepada AS gara – gara jutaan warganya komunikasinya disadap oleh CIA.
Keruntuhan BUNG KARNO dan juga Pak Harto serta BJ. Habibie, tidak lepas
dari campur tangan Amerika dengan CIA dan ZKI dengan ayat – ayat
syetannya itu. Hanya para pemimpin yang menjadi komprador bagi bangsanya
yang mengagungkan ketokohan Amerika Serikat di segala bidang bahkan ada
yang jumawa sebagai “Kepala penjualan Indonesia Inc.” yang menjadikan
“corporate state” ketimbang “national state”. Yang merekapun sulit
menghindar kelaknya atas “karma pala”nya. Quovadis bangsaku.
Perlu disadari bahwa Amerika Serikat sejak 2007 nampaknya sedang menuai
karmanya sendiri dan semakin meneguhkan kebenaran filosofi Nusantara
yang berbunyi : "Suro dira jaya ningrat lebur dening pangastuti" atau
"Suro diro jayanikanangrat swuh brastha tekap ing ulah dharmastuti" yang
artinya "Betapapun kuasanya, kuatnya, saktinya, hebatnya kalau untuk
tujuan yang tidak benar, tidak adil dan angkara murka maka pasti akan
sirna oleh budi luhur serta sikap kasih dan damai
Obama, yang ingin
selalu berpihak pada rakyatnya, akhirnya justru dijegal oleh Kubu
Lawannya “PARTAI REPUBLIK”, sehingga beliau justru sebagai penerima
getahnya yang tidak bisa menghadiri sidang di Bali seiring kebijakan pil
pait “AS GOVERNMENT SHUTDOWN POLICY” sehingga merumahkan 700.000
pegawai negeri sipilnya dan menutup seluruh museum dan 45 air mancur
termasuk Patung Liberty”, sejak 2 Oktober 2013 yang lalu.
Untungnya Negara – Negara bagian yang banyak duwit serta senat Partai
Republik segera melakukan withdrawing penjegalannya atas kebijakan Obama
sehingga menyetujui pagu pinjaman hutang & Obama Policy, sehingga
pada 17 Oktober 2013 kegiatan yang sempat dihentikannya itu, berjalan
normal kembali adanya. Tapi citra Amerika dimata dunia sudah sempat
jatuh terpuruk adanya yang tak mungkin bisa dihapus dengan apapun juga
adanya.
Dengan kehancuran perekonomian di Amerika Serikat sejak
Medio September 2007 yang menyulut demontrasi anti system kapitalisme
yang kemudian berimbas ke Mayarakat Ekonomi Eropa yang kian mencabik –
cabik berbagai Negara sebagaimana Turki menyatakan dirinya keluar dari
MEE dan Yunani tak kalah memprihatinkan sebagai satu – satunya Negara
yang mengandalkan devisa semata – mata atas jasa pari wisata.
Jejak – langkah dan ketauladanan serta ajaran & idiologi Bung Karno,
kini banyak Negara dan tokoh dunia mengakui dan merasakan
“kebenarannya”, bahkan 50 Negara Bagian Amerika Serikatpun, antara lain :
Texas; Louisiana; Florida; Georgia; Alabama; Tenneessee; North Carolina
dll. telah dan sedang berjuang guna memisahkan diri dari United Stated
of America (USA) atau Negeri Paman Sam itu di bawah rezim Barack Obama
dalam pemerintahannya yang ke dua, dengan cara damai dimana berbagai
petisi itu diajukan oleh warganya dengan melampirkan tanda tangan
mereka, seperti Negara Bagian Texas dengan 97.103 tanda tangan. Seiring
Idiologi Kapitalisme digugat di seluruh Negara Bagian akibat resesi AS
yang akut dengan hutang yang menggunung (yang baru pertama kali terjadi
di AS), yang bahkan telah menjalar pula ke Zona Eropa sehingga timbullah
resesi global yang belum usai menjeratnya menyusul tamatnya idiologi
“Komunis” itu.
Tersiar kabar bahwa kerugian bank papan atas
seperti JC. Morgan USA yang melakukan adanya laporan manipulatif atas
terjadinya kerugian milyaran dolar Amerika konon telah menumbuh kan
adanya upaya investigasi mendalam atas jasa perbankan di kedua benua
tersebut. \
Kehancuran USA memang sudah diramalkan oleh Dr.
Igov Nikolaeviech Panarin sejak 2010 & Dacid Walked yang menguraikan
3 penyebabnya yakni :
• Kehancuran nilai moral politik dalam
Negeri. Salah satu contoh pelembagaan adanya kawin sejenis yang
disetujui oleh Negara – Negara bagian.
• Invasi meliter yang
berlebih. Khususnya dalam memerangi Afgan dan Irak yang menurut Josep E
Stiglitz, sang peraih nobel ekonomi 2001 dan prof. J. Bilmes dari
Harvard University (selama 5 tahun) telah mengeluarkan biaya perang
mencapai berkisar 3 triliun USDollar.
• Tidak tanggung jawabnya
bidang pajak oleh Pemerintah. Karena dengan perang tersebut hanya
menguntungkan bagi produsen senjata dan atau alat – alat perang semata
sedangkan pelaku bisnis lainnya terabaikannya.
Tapi perlu diingat
bahwa untuk menjadi presiden AS tanpa restu elit Yahudi tidak akan
pernah berhasil. Sungguh pun demikian ada suatu misteri seiring Barak
Husein Obama, Hispanic satu – satunya yang gemilang mengalahkan capres
berkulit putih lainnya.
Maka seruan leluhur Nusantara “eling
& waspada” seyogyanya tetap dipegang teguh, jangan sampai terjadi
lagi NPKRI ini hancur – diperdayakannya. Tentu mereka membenci Bung
Karno yang merupakan satu – satunya sosok di dunia sebagai pengobar
pembaharu system tatanan hidup baru di dunia, yang praktis akan
mempersulit kiprah kaum nekolim dan bagaimana kemenangan Bung Karno
dengan ditanda – tanganinya perjanjian “Green Hilton Agreement” 21
November 1963, di Swis oleh Presiden AS, John F Kennedy yang menempatkan
Negara adi daya ini memiliki pinjaman coleteral kepada rakyat Indonesia
yang disaksikan oleh pejabat otoritas Swis Mr. Wiliam Voucher. Yang
konon telah dibatalkan oleh Presiden ESBEYE itu?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar