Selasa, 05 November 2013

Pesen Orang Jawa

pesen orang jawa terutama yang saya bahas di dukuh sokawera ada seorang yang ahli dalam petuduh lan pesen maring sepadane mnungsa kon dueni sifat sing pa titis ,cerdas,lan sabar mongo kita simak sareng 2 teng pesan singkat teng andap ini:

"ilmu lan laku".

Ilmu tentu saja artinya adalah pengetahuan atau kebijaksanaan. Tetapi ilmu tidak akan berarti apa-apa bila tidak disertai dengan laku atau keterlibatan si subjek. Oleh karena itu dalam tradisi Jawa dikenal istilah "nglakoni", atau melibatkan diri dalam berbuat kebaikan kepada masyarakat.

Salah satu bentuk "laku atau nglakoni" adalah "poso ngrame". Poso hampir sama artinya dengan kata puasa dalam bahasa Indonesia, tapi maknanya lebih luas. "Poso" lebih tepat diartikan memaksa diri atau berkomitmen untuk melakukan sesuatu.

"Ngrame" dari kata "rame" yang makna konotatifnya adalah meramaikan kehidupan dengan berbuat kebaikan. Memang bentuk "poso ngrame" adalah menolong siapapun yang membutuhkan pertolongan, seperti dilakukan Raden Rama saat mencari Shinta, dimana dia menolong kera Sugriwo yang dianiaya oleh kakak kandungnya Subali.

Enten pesan malih

Para Sesepuh - Pinsepuh saha para Kadang lan handai taulan se SA-UDARA yang kawula hormati. Punten dalkem sewu guna ikut melestarikan warisan tarikh Saka Jawa, sak kamat2 kawula lestarikan dan di bawah ini renungan yang telah kami ngengreng.

HAL ; RENUNGAN SURO 1947 & KEBANGKITAN RAHIM KEBUDAYAAN PANCASILA, EDISI VIII (BERSAMBUNG).

C. KARMA PALA BAGI ZIONIS KAPITALIS INTERNASIONAL “SURO DIRO JAYANIKANANGRAT SWUH BRASTHA TEKAB ING ULAH DHARMASTUTI”

Masih ingat buku John Perkins “Confession of an Economic Hit Man” yang dirinya sebagai “Economic Hit Man” (EHM – Perusak Ekonomi), paska diluluh lantakannya gendung kembar WTC, dirinya tersadarkan dengan “human being”nya sehingga tak kuasa menyembunyikan cara – cara AS menghalalkan segala cara. Buku itu ia dedikasikan bagi presiden di 2 negara yang telah menjadi korban dibunuh dengan “kecelakaan pesawat yang mengerikan” yakni Jaime Roldos (Presiden Equador) dan Omar Torrijos (Presiden Panama).

Sebab musababnya keduanya menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan & pimpinan perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Dan masih ingat seorang Soekarnois di belahan Amerika Selatan yakni mendiang presiden Hugo Chavez dari Venezuela yang meninggal akibat racun oleh agen CIA?. Bahkan minggu ini runtex Metro TV menyatakan bahwa Spanyol complain kepada AS gara – gara jutaan warganya komunikasinya disadap oleh CIA. Keruntuhan BUNG KARNO dan juga Pak Harto serta BJ. Habibie, tidak lepas dari campur tangan Amerika dengan CIA dan ZKI dengan ayat – ayat syetannya itu. Hanya para pemimpin yang menjadi komprador bagi bangsanya yang mengagungkan ketokohan Amerika Serikat di segala bidang bahkan ada yang jumawa sebagai “Kepala penjualan Indonesia Inc.” yang menjadikan “corporate state” ketimbang “national state”. Yang merekapun sulit menghindar kelaknya atas “karma pala”nya. Quovadis bangsaku.

Perlu disadari bahwa Amerika Serikat sejak 2007 nampaknya sedang menuai karmanya sendiri dan semakin meneguhkan kebenaran filosofi Nusantara yang berbunyi : "Suro dira jaya ningrat lebur dening pangastuti" atau "Suro diro jayanikanangrat swuh brastha tekap ing ulah dharmastuti" yang artinya "Betapapun kuasanya, kuatnya, saktinya, hebatnya kalau untuk tujuan yang tidak benar, tidak adil dan angkara murka maka pasti akan sirna oleh budi luhur serta sikap kasih dan damai
Obama, yang ingin selalu berpihak pada rakyatnya, akhirnya justru dijegal oleh Kubu Lawannya “PARTAI REPUBLIK”, sehingga beliau justru sebagai penerima getahnya yang tidak bisa menghadiri sidang di Bali seiring kebijakan pil pait “AS GOVERNMENT SHUTDOWN POLICY” sehingga merumahkan 700.000 pegawai negeri sipilnya dan menutup seluruh museum dan 45 air mancur termasuk Patung Liberty”, sejak 2 Oktober 2013 yang lalu.

Untungnya Negara – Negara bagian yang banyak duwit serta senat Partai Republik segera melakukan withdrawing penjegalannya atas kebijakan Obama sehingga menyetujui pagu pinjaman hutang & Obama Policy, sehingga pada 17 Oktober 2013 kegiatan yang sempat dihentikannya itu, berjalan normal kembali adanya. Tapi citra Amerika dimata dunia sudah sempat jatuh terpuruk adanya yang tak mungkin bisa dihapus dengan apapun juga adanya.

Dengan kehancuran perekonomian di Amerika Serikat sejak Medio September 2007 yang menyulut demontrasi anti system kapitalisme yang kemudian berimbas ke Mayarakat Ekonomi Eropa yang kian mencabik – cabik berbagai Negara sebagaimana Turki menyatakan dirinya keluar dari MEE dan Yunani tak kalah memprihatinkan sebagai satu – satunya Negara yang mengandalkan devisa semata – mata atas jasa pari wisata.

Jejak – langkah dan ketauladanan serta ajaran & idiologi Bung Karno, kini banyak Negara dan tokoh dunia mengakui dan merasakan “kebenarannya”, bahkan 50 Negara Bagian Amerika Serikatpun, antara lain : Texas; Louisiana; Florida; Georgia; Alabama; Tenneessee; North Carolina dll. telah dan sedang berjuang guna memisahkan diri dari United Stated of America (USA) atau Negeri Paman Sam itu di bawah rezim Barack Obama dalam pemerintahannya yang ke dua, dengan cara damai dimana berbagai petisi itu diajukan oleh warganya dengan melampirkan tanda tangan mereka, seperti Negara Bagian Texas dengan 97.103 tanda tangan. Seiring Idiologi Kapitalisme digugat di seluruh Negara Bagian akibat resesi AS yang akut dengan hutang yang menggunung (yang baru pertama kali terjadi di AS), yang bahkan telah menjalar pula ke Zona Eropa sehingga timbullah resesi global yang belum usai menjeratnya menyusul tamatnya idiologi “Komunis” itu.

Tersiar kabar bahwa kerugian bank papan atas seperti JC. Morgan USA yang melakukan adanya laporan manipulatif atas terjadinya kerugian milyaran dolar Amerika konon telah menumbuh kan adanya upaya investigasi mendalam atas jasa perbankan di kedua benua tersebut. \

Kehancuran USA memang sudah diramalkan oleh Dr. Igov Nikolaeviech Panarin sejak 2010 & Dacid Walked yang menguraikan 3 penyebabnya yakni :

• Kehancuran nilai moral politik dalam Negeri. Salah satu contoh pelembagaan adanya kawin sejenis yang disetujui oleh Negara – Negara bagian.
• Invasi meliter yang berlebih. Khususnya dalam memerangi Afgan dan Irak yang menurut Josep E Stiglitz, sang peraih nobel ekonomi 2001 dan prof. J. Bilmes dari Harvard University (selama 5 tahun) telah mengeluarkan biaya perang mencapai berkisar 3 triliun USDollar.
• Tidak tanggung jawabnya bidang pajak oleh Pemerintah. Karena dengan perang tersebut hanya menguntungkan bagi produsen senjata dan atau alat – alat perang semata sedangkan pelaku bisnis lainnya terabaikannya.
Tapi perlu diingat bahwa untuk menjadi presiden AS tanpa restu elit Yahudi tidak akan pernah berhasil. Sungguh pun demikian ada suatu misteri seiring Barak Husein Obama, Hispanic satu – satunya yang gemilang mengalahkan capres berkulit putih lainnya.

Maka seruan leluhur Nusantara “eling & waspada” seyogyanya tetap dipegang teguh, jangan sampai terjadi lagi NPKRI ini hancur – diperdayakannya. Tentu mereka membenci Bung Karno yang merupakan satu – satunya sosok di dunia sebagai pengobar pembaharu system tatanan hidup baru di dunia, yang praktis akan mempersulit kiprah kaum nekolim dan bagaimana kemenangan Bung Karno dengan ditanda – tanganinya perjanjian “Green Hilton Agreement” 21 November 1963, di Swis oleh Presiden AS, John F Kennedy yang menempatkan Negara adi daya ini memiliki pinjaman coleteral kepada rakyat Indonesia yang disaksikan oleh pejabat otoritas Swis Mr. Wiliam Voucher. Yang konon telah dibatalkan oleh Presiden ESBEYE itu?.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar